5 Cara Tumbuhkan Jiwa Sosial Pada Anak Sejak Dini

Menjadi ibu yang bekerja memiliki banyak tanggung jawab, terutama bahwa dia harus bekerja untuk sebuah perusahaan dan di sisi lain, ibu juga harus bertanggung jawab dengan anak-anaknya. Seringkali masalahnya adalah bahwa Ibu bekerja tetapi tidak tahu siapa yang peduli untuk si kecil. Solusi yang digunakan untuk menjaga balita di tangan yang baik maka menggunakan layanan penitipan anak.

Namun, selama si kecil berada di tempat penitipan sepanjang hari, tugas ibu tidak berhenti di situ. Ketika di rumah, orangtua juga perlu membimbing anak-anak mereka agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat menjadi anak-anak yang berguna bagi lingkungan mereka. Mengembangkan jiwa sosial adalah hal yang penting untuk mengajari mereka. Sejak usia dini, anak-anak membutuhkan jiwa sosial untuk menjadi sumber daya ketika mereka berada di masyarakat luas. Nah, berikut beberapa cara untuk menanamkan semangat sosial pada anak Anda di tempat penitipan anak atau di tempat lain:

1. Belajar Bersosialisasi

Kepribadian masa kanak-kanak terbentuk dari pendidikan orang tuanya. Ibu juga harus memberi tahu bahwa keberadaannya sangat signifikan bagi keluarga. Jadi, dari sana orang tua selalu meluangkan waktu untuk bermain dan belajar dengannya. Selain itu, mereka juga mengajari mereka cara bermain dengan siapa pun di tempat penitipan anak. Dengan kata lain, dia tidak diperbolehkan memilih teman bermain, tetapi semua orang harus positif.

2. Mengintegrasikan Sifat Berbagi

Ketika anak-anak ada di rumah, Anda dapat mengajari mereka untuk berbagi dan menerapkannya ketika Anda berada di penitipan anak atau di tempat lain. Berikan latihan kecil saat Anda bersamanya. Misalnya: ketika Anda makan bersama, cobalah memberinya sepotong roti. Sebaliknya, dengan pelatihan seperti itu, anak akan mudah berbagi dan tidak akan egois ketika dalam penitipan.

3. Tanamkan Kepedulian

Peduli adalah sikap yang harus dimiliki anak-anak. Ajari dia untuk peduli padanya bahkan jika dia di tempat penitipan anak. Misalnya, ajarkan mereka untuk khawatir tentang sampah ketika mereka berada di beranda rumah yang kotor, ajari mereka untuk membuangnya di tempat sampah. Ini adalah kepedulian terhadap lingkungan. Selebihnya, Ibu bisa mengajari mereka dengan memperhatikan hal-hal lain.

4. Mengajar Beramal

Sedekah adalah praktik pengembangan spiritual yang melibatkan mengarahkan anak-anak ke masyarakat. Ajarkan dia bagaimana cara menyimpan uang jika ada kotak amal di tempat penitipan anak mereka. Ketika anak memahami sedekah, dia dapat terus melakukannya pada kesempatan lain.

5. Biasakan untuk mengatakan tolong dan terima kasih

Kalimat bantuan dan ucapan terima kasih harus selalu dilampirkan pada anak. Dua kata ini menunjukkan bahwa dalam hidup, harus ada rasa hormat (kata pertolongan) dan penghargaan (terima kasih). Di rumah, orang tua harus selalu mengingat dan menerapkannya agar si anak meniru dan terus melakukannya di mana-mana. Ingat, bahwa pendidikan yang baik akan terbentuk dari proses pendidikan yang baik. Dengan lima hal ini, si kecil akan memiliki kemampuan untuk menjadikannya seseorang dengan jiwa sosial.